Pada hari Rabu, 4 Februari 2026, SMA Garing Tarantang melaksanakan kegiatan pertemuan dengan Pengawas Pembina yang berlangsung mulai pukul 14.20 hingga 15.30 WIB. Kegiatan ini bertempat di Laboratorium Fisika SMA Garing Tarantang dan berjalan dengan tertib serta penuh antusiasme dari seluruh peserta yang hadir.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Pengawas Pembina, Murjani, M.Pd, dan diikuti oleh seluruh unsur sekolah. Hadir dalam kegiatan ini kepala sekolah, para wakil kepala sekolah, kepala perpustakaan, guru, tenaga tata usaha, serta penjaga sekolah dengan jumlah keseluruhan peserta sebanyak 19 orang.
Dalam arahannya, Pengawas Pembina menekankan pentingnya peran seluruh warga sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kepada peserta didik. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah penguatan kegiatan literasi agama bagi siswa, khususnya melalui pembiasaan membaca kitab suci sesuai dengan agama masing-masing.
Penguatan literasi agama tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Kalimantan Tengah, yang mengharapkan sekolah menjadi tempat pembinaan karakter dan spiritual peserta didik. Sekolah diminta untuk menggiatkan program tersebut secara konsisten dan terstruktur dalam kegiatan sehari-hari.
Selain itu, Pengawas Pembina juga menyampaikan arahan terkait penempatan guru PPPK yang bertugas di sekolah agar dapat menjalankan tugas pokok dan tanggung jawabnya secara lebih maksimal. Guru PPPK diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta berkontribusi aktif dalam peningkatan mutu pendidikan.
Dalam bidang kesejahteraan guru, disampaikan pula informasi mengenai perubahan mekanisme pembayaran tunjangan sertifikasi yang kini dibayarkan setiap bulan, berbeda dari sebelumnya yang dilakukan per triwulan. Di sisi lain, disampaikan juga kebijakan penghematan anggaran dengan adanya penurunan TPP sebesar 30 persen yang perlu disikapi secara bijak oleh seluruh ASN.
Pengawas Pembina juga mendorong para guru untuk lebih memaksimalkan pemanfaatan berbagai aplikasi yang disediakan oleh dinas pendidikan guna mengembangkan kompetensi profesional. Beberapa aplikasi yang disebutkan antara lain Huma Betang, Pena Berkah, dan aplikasi pendukung lainnya yang dapat dimanfaatkan secara optimal.
Tidak kalah penting, disampaikan pula informasi mengenai program beasiswa dari Gubernur Kalimantan Tengah bagi siswa yang tergolong rentan miskin. Program ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan peluang bagi siswa untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dalam aspek pengelolaan sekolah, Pengawas Pembina mengingatkan agar setiap permasalahan yang muncul di lingkungan sekolah dapat diselesaikan terlebih dahulu secara internal. Selain itu, sekolah diminta untuk mengelola dana yang diterima secara bijak dengan berbelanja sesuai dana riil yang diterima, bukan berdasarkan pagu, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi defisit anggaran.

Setelah pertemuan dengan dewan guru dan tenaga kependidikan, Pengawas Pembina menyempatkan diri untuk bertemu dengan siswa kelas XII. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan motivasi agar siswa memiliki semangat melanjutkan ke perguruan tinggi, memanfaatkan peluang beasiswa yang tersedia, serta menanamkan keyakinan bahwa perubahan nasib ada di tangan siswa itu sendiri.

Kegiatan ditutup dengan pesan agar seluruh warga sekolah senantiasa menjaga kekompakan, memperkuat kerja sama, dan hidup rukun dalam lingkungan sekolah.
(by Tim MedSos SMA GT)